Strategi Pengembangan Objek Wisata Religi (Studi Kasus Makam Gus Dur Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang)

Main Article Content

Hudallah
Suliadi

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena sejak wafatnya GusDur Makam Pondok Peantren Tebuireng tidak pernah sepi dari peziarah. Merespon keadaan ini maka Pemerintah Kabupaten Jombang, berupaya mengembangkan sebagai objek wisata religi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui  Strategi Pengembangan Objek Wisata Religi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan Data melalui wawancara secara purposive,   observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1.Wisata Religi Makam Gus Dur memiliki potensi dan daya tarik wisata yang cukup besar karena itu berdasarkan data yang telah diungkap bahwa Wisata Religi di makam Gus Dur telah dikelola secara profesional. 2. Pada intinya faktor pendukung pengelola sudah berupaya dengan memberikan fasilitas-fasilitas dan pendukung yang diperlukan peziarah, sedangkan faktor penghambat keterbatasan pengelola Makam Gus Dur dalam memberikan pelayanan kepada peziarah, serta masih kurangnya dukungan dari pemerintah. 3. Peran masyarakat Tebuireng memanfaatkan keberadaan makam Gus Dur di wilayah tersebut untuk mengais rezeki serta mengharap barakah atas hal tersebut, dengan cara membuka stand-stand dagang dan jenis usaha jasa lainnya.

Article Details

How to Cite
Hudallah, & Suliadi. (2021). Strategi Pengembangan Objek Wisata Religi : (Studi Kasus Makam Gus Dur Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang). PANOPTIKON: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 32–48. https://doi.org/10.32492/panoptikon.v1i1.23
Section
Article

References

Andin, N. (2013). Agrowisata Di Desa Wisata Studi Kasus : Desa Wisata Kembangarum , Ka ... Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 24(3), 173–188. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/44121571/Jurnal-2-Nurulitha-with-cover-page v2.pdf?Expires=1632370287&Signature=FaS~EDqSRNf1sI0nAJyb3DCMEIq6l6AQ3Xvs1SfzWZCnQ4VPmGF~HrtalkiTtg~~ZoODxMREDbjnep1nTWE8Ju2IWqgE8ulFQ5oaanBJ8E~q7ypiAVo6ol8L00N6mn7S1gRp-UHWh

Ihsan, A. V. (n.d.). Strategi Pengembangan Wisata Religi Di Rokan Hulu Tahun 2014 (Studi: Pengelolaan Masjid Agung Pasir Pengaraian). Jurnal Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan. Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik. Universitas Riau.

Kismartini, K., Kurniawan, H., & Dwika, S. A. P. (2018). Strategi Pengembangan Banjir Kanal Barat Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kota Semarang. Jurnal Ilmu Sosial, 17(1), 64. https://doi.org/10.14710/jis.17.1.2018.64-76

Mukari. (2016). Makna Ziarah Bagi EtnisTionghoa (Fenomena Peziarah Makam Gus Dur Di Pesantren Tebuireng Jombang). Universitas Muhammadyah Malang.

Mustajadli. (2018). Perencanan dan Pengembangan Wilayah.

No. 21 Tahun 2009 Pasal 13 Ayat 6, (2009).

Putri, T. A. (2019). STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA RELIGI (Studi Kasus Makom Dalem Santri Desa Kutaliman Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas).

Sawitri, P. (2011). Interaksi Budaya Organisasi dengan SPM. Journal, 13(2).

Triyanto, A. (2019). Strategi Pengembangan Wisata Religi Kabupaten Demak Menjadi Pusat Destinasi Wisata Religi.

Widyansari, F. (2014). ANALISIS KEMAMPUAN PENGGERAKAN PIMPINAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL DENGAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS TATA KOTA DAN PARIWISATA KOTA METRO. DERIVATIF –, Vol. 8 No.(September), 18–33.